Perbedaan AED Dan Defibrillator Yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Defibrillator dan AED tentunya merupakah sebuah pertanyaan yang tidak perlu dijawab. Mengapa demikian ? Karena ini adalah sebuah kekeliruan bahasa atau istilah. Defibrillator dan AED sebenarnya adalah perangkat yang sama yaitu sama – sama perangkat defibrillator. Lalu apa itu AED. AED merupakan singkatan dari Automated External Defibrillator yang tidak lain adalah salah satu jenis perangkat defibrillator.

Meskipun istilah ini sudah dipandang benar dan berbeda, namun kita mengetahui sekarang bahwa yang disebut dengan istilah defibrillator adalah penunjukkan pada perangkat defibrillator manual. Sedangkan AED adalah sebutan untuk perangkat defibrillator otomatis. Apakah keduanya berbeda ? dan dimana letak perbedaanya ? Kali ini kita akan ulas secara singkat di artikel berikut ini. Teruslah membaca.

Perbedaan AED dan Defibrillator Manual

Untuk bisa mengenal lebih mendetail tentang perbedaan kedua jenis perangkat ini. Berikut adalah ciri – ciri atau karakteristik dari AED dan juga Defibrillator Manual.

AED (Automated External Defibrillator)

perbedaan aed dan defibrillator
  • Memiliki desain fisik yang simpel, ringan dan tingkat mobilisasi tinggi (mudah dibawa) atau dijinjing.
  • Menganalisa ritma atau irama jantung secara otomatis
  • Akan memberikan kejutan secara otomatis ketika mendeteksi ritma jantung yang tidak normal (fibrilasi)
  • Jenis elektroda model pads (perekat) dan hanya sekali pakai.
  • Umumnya hanya bisa menggunakan tenaga baterai saja tanpa kabel power cord
  • Dirancang dan dibuat untuk kebutuhan di lapangan dan fasilitas public
  • Dilengkapi dengan panduan suara yang akan menuntun pengguna saat menggunakan AED.

Defibrillator Manual

  • Memiliki bentuk fisik yang cukup besar. Meskipun terdapat handle untuk menjinjing, namun perangkat ini memiliki bobot yang cukup berat dibanding perangkat AED
  • Tidak semua orang bisa menggunakan Defibrillator manual. Dibuat khusus untuk para tenaga ahli yang telah terlatih.
  • Dilengkapi dengan layar monitor untuk memantau dan menganalisa irama jantung yang tidak normal (fibrilasi)
  • Dilengkapi dengan tombol seleksi energi untuk memilih besarnya energi yang akan diberikan pada pasien.
  • Biasanya perangkat defibrillator manual dapat diubah ke menu AED. Seperti anda bisa lihat pada Defibrillator Mindary D3 yang memiliki fitur 4-in-one dimana perangkat ini juga bisa berfungsi sebagai AED.
  • Model elektroda yang digunakan adalah Paddle dan tidak bersifat sekali pakai.
  • Dilengkapi dengan modul ECG, tampilan tergantung dari besarnya layar monitor yang ada pada perangkat.

Nah, sekarang anda telah mengetahui karakteristik masing – masing dari kedua perangkat tersebut. Dari ini tentunya anda bisa melihat sendiri perbedaan yang sangat jelas antara AED dan Defibrillator.

Segera hubungi kontak kami apabila anda ingin berkosultasi tentang model atau jenis defibrillator yang tepat untuk kebutuhan anda. Kunjungi halaman katalog defibrillator di website ini untuk melihat produk AED dan Defib manual yang kami jual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *